
Songkhla, Thailand – Pada tanggal 28 Juni 2025, mahasiswa dari STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosialisasi dengan tema “Eliminate bullying by celebrating diversity and promoting kindness and inclusion” yang diselenggarakan oleh Kantor Konsulat Republik Indonesia (KRI) Songkhla. Acara ini bertempat di Hotel The Bed Vacation, Songkhla, dan menjadi bagian dari program Pengarusutamaan Gender (PUG) KRI Songkhla.
Salah satu mahasiswa, Yellia Citra William’s, turut aktif melakukan orasi singkat di beberapa titik strategis untuk menyampaikan dampak negatif rokok dan vape terhadap kesehatan tubuh, khususnya bagi generasi muda.
Salah satu mahasiswa, Alya Febrianti, tampil sebagai pemateri utama dan dengan tegas menyampaikan edukasi mengenai larangan merokok. Ia menekankan bahwa merokok, baik konvensional maupun elektrik, tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga orang di sekitar. “Lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman dan sehat bagi semua. Merokok di tempat umum melanggar hak orang lain untuk menghirup udara bersih,” tegas Alya dalam presentasinya.mahasiswa dari Indonesia yang tidak hanya belajar budaya
Mahasiswi STITM Tanjung Redeb, Nazla Gading Susilo, tampil sebagai pengajar utama dalam sesi ini. Ia menyampaikan materi dengan pendekatan interaktif dan komunikatif menggunakan bahasa Inggris, agar mudah dipahami oleh para siswa. “Saya ingin siswa-siswa di sini memahami bahwa adab adalah bagian penting dari karakter seseorang. Adab yang baik akan memperkuat nilai ilmu dan menjadikan seseorang lebih dihormati,” ujar Nazla dalam penjelasannya di depan kelas.
Ketua STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb Dr. Damsuki, M.Pd menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar kampus untuk meningkatkan daya saing global khususnya dalam bidang Ilmu Tarbiyah, Pendidikan Islam, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Muslim di tingkat Internasional
Bupati Sri Juniarsih menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa STIT yang berhasil menembus program pengabdian masyarakat hingga ke luar negeri. Ia menilai, langkah ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Berau mampu bersaing di tingkat global.
Agenda kunjungan ini tak hanya menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, namun juga momentum strategis untuk menyampaikan proposal dukungan terhadap pelaksanaan KKN Internasional. Tak hanya itu, STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb juga mengajak DPRD untuk turut berperan dalam mempromosikan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025-2026.
Ketua STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb, Dr. Damsuki, M.Pd, bersama jajaran pimpinan kampus menegaskan pentingnya percepatan merger agar segera terlaksana. Menyambut hal tersebut, Rektor UM Berau, Dr. Muhammad Bayu, MM, menunjukkan komitmennya dengan meminta daftar nama tim merger dalam bulan ini. Langkah ini menandai awal perjalanan integrasi kedua institusi dalam membangun perguruan tinggi yang lebih besar dan berdaya saing tinggi.